PELAJARAN DARI SEORANG PENGEMIS
sholat jum’at telah selesai, biasanya saya sholat jum’at di masjid baitul muttaqien keputih gg 2 disana ketika hari jum’at banyak pengemis yang berjejer menanti shodaqoh dari jamaah yang lewat walaupun penentian mereka dihadapkan dengan panas teriknya surabaya, pengemis yang ada bisanya datang berkelompok duduk berjejer mengharap belas kasih para jamaah yang lewat.
tapi dibalik kegiatan mengemis mereka terjadi hal yang menarik dimana ketika jejeran pengemis tersebut menerima sedekah yang berbeda-beda (posisi menentukan jumlah pendapatan pengemis) jumlahnya, terjadi hal yang mengelitik kita semua…? apa itu lanjutkan baca saja.
seorang pengemis yang mendapat posisi strategis (mungkin terlampau senior dalam hal ini) mendapat banyak sedekah dari jamaah yang lewat dibandingkan dengan pengemis yang lain, banyaknya sedekah yang dia terima sehingga mangkuk bekas sabun wing biru penuh dengan uang receh maupun uang ribuan, tapi apa yang dia lakukan yaitu membagi uang hasil sedekahnya kepada teman2 pengemisnya yang lain dimana teman2nya mendapat hasil yang lebih sedikit. sebuah keteladanan yang ada di dalam kehidupan rakyat miskin kota.
kita yang lebih mampu baik dari segi finansial maupun intelektual seringkali acuh dalam hal berbagi dimana masih banyak teman2 kita yang membutuhkan kita tidak hanya dari segi finansial tapi banyak hal yang lain, seharusnya kita malu kenapa kita seringkali lupa untuk saling berbagi dengan saudara kita.
berbagi, mungkin hal kecil ini yang sering dilupakan oleh banyak diantara kita, kita terlalu sibuk dengan kegiatan2 kita sendiri sehingga lupa akan hal2 kecil tapi penting. Masihkah kita perlu ditraining2 atau di beri pelatiahn2 dahulu tentang moral untuk sadar akan hal2 seperti ini, padahal hal ini adalah sebuah fitrah dari seorang makhluk hidup.
lihatlah rakyat kecil disanalah kita akan mendapat banyak pelajaran hidup
4 comments so far
Leave a reply
Khas Mas Rahmat Tamrin yang kritis..
semangat mas!!
Mhhh,,, becermin sama diri sendiri ,,,
!!!!!!!
jadi malu,,,,,,
Ya.. memang kadang orang yang tidak seberuntung dengan kita lebih bijak dibandingkan dengan kita… Terus menulis ren!
Tambah sip ae rek…
hehehehehee…