SUNGGUH IRONI..? TANGGUNG JAWAB SIAPA INI?
(Kolom Mingguan edisi 06, KM-06, oleh Rachmat Thamrin R)
Bangsa ini merupakan bangsa yang kaya akan sumber daya alam, hampir2 semua bahan makanan pokok dapat diperoleh disini, tapi sungguh mengenaskan terkait apa yang terjadi pada makanan rakyat indonesia terutama yang kurang beruntung secara ekonomi? apa saja sih yang mereka makan, lanjutkan saja.
Dimulai dengan daging sampah yang dijadikan makanan bagi sebagian rakyat yang tak mampu, yang menjadi masalah adalah bahwa diketemukannya daging sampah yang didaur ulang adalah secara tidak sengaja (tujuan awal operasi adalah mencari daging nglonggongan) ini menunjukkan bahwa sebenarnya pemerintah tidak bisa menjamin kelayakan makanan yang beredar ke masyarakat.
masih ingat tentang peredaran jajanan (sebenarnya g jajan semua sih ada mie soalnya) di cirebon (sebenarnya sih di byk tempat) dimana jajanan basi menjadi sebuah kalaziman untuk dimakan alasan yg dipake adalah karena murah, padahal kalo kita lihat jajan yg ada sudah tidak layak makan ada yang sudah berjamur,rusak bahkan berbau seperti daging diatas.
menjadi ironi bahwa ditenggah negri ini yang menjadi turis terbesar di singapura masih memiliki rakyat yang makannya saja tidak dapat dipenuhi unsur2 kelayakannya.
apakah peminatnya sedikit?
ternyata tidak daging sampah dari satu tempat pengolahan saja satu harinya berproduksi sebanyak 20 kg, jajanan basi dari satu gudang saja bisa disita sebanya 2 truk. jadi sebenarnya bisa dibayangkan peredaran makanan ini sudah luas di masyarakat.
yang menjadi pesakitan dar kasus ini sekali lagi adalah masyarakat, bahwa makanan ini tidak boleh beredar dan hampir dapat dipastikan bahwa pembuat, pengedar, dan penjual akan segera dijerat dengan aturan hukum yang ada?
tapi sebenarnya kita lupa bahwa yang patut dipersakahkan secara lebih berat adalah pemerintah itu sendiri, disini terjadi kesalahan yang sangat fatal yaitu pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup (makan) rakyatnya dan itu dibiarkan, pemiskinan diteruskan sehingga menimbulkan hal2 yang mengerikan terjadi.
apakah rakyat akan makan makanan busuk apabila tersedia sarana kemakmuran. saya rasa tidak jadi pemerintah sebenarnya tidak melindungi rakyatnya dari bencana pangan di negri ini, jagan bicar tentang perlindungan konsumen (la wong pemerintahnya saja tenang2).
apakah pemerintah mau dipersalahakan karena tidak bisa mengurusi rakyatnya? sepertinya tidak.
sumber berita:
[1]republika.co.id
[2]radarcirebon.com
[3]beritajakarta.com
wah bahaya tu…gemana tanggung jawab pemerintah
yah beginilah nasib negeri kita tercinta
kesejahteraan yang terjadi sangat tidak merata
Masuk Nih rin ! Ayo semangat beropini Blog …. >MAFAKAN Kalo ada salah ku ..moga2 sethun ke depan semangat terjaga. Kon durung lulus toh ? H ua hua hua
iku tanggung jawabmu…