HASIL PEMILU 2009 DAN APA YANG TERJADI SETELAHNYA….?
Pemilu 2009 telah usai tetapi perjalanan hasil pemilu masih jauh hingga nanti pemilu berikutnya, pemilu kali ini diwarnai banyaknya masalah mulai dari kesan ketidaksiapan penyelengara pemilu sehingga beberapa pihak menilai ini sebagai pemilu terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia. sebelum lebih jauh alangkah silahkan lihat rekap hasil pemilu
ini dan cermati saja angka2nya. rekap hasil pemilu merupakan rekap hasil per dapil beserta partainya, jumlah golput, dll. silahkan saja cermati hasil rekap lengkapnya, kemudian baca kelanjutan tulisan ini.
pada pemilu kali ini terjadi hal2 yang sangat mengejutkan yaitu jumlah golput yang sangat besar terutama di ibukota Jakarta sedangkan Jakarta sendiri merupakan representasi pemilih terdidik. dari hasil pemilu yang telah di keluarkan oleh KPU dapat dilihat bahwa presentasi golput terbesar berada di daerah jawa dan sumatera sedangkan presentase golput lebih rendah berada di daerah papua dan maluku.
Dari hasil pemilu yang telah ada ternyata kita dapat melihat sejauh mana kinerja KPU dalam mensukseskan terselengarakannyanya pemilu legislatif kali ini. salah satu parameternya adalah jumlah kertas suara yang rusak atau tidak syah. jumlah surat suara yang tidak syah sejumlah hampir 17.5 juta. dan anehnya ada di beberapa Dapil yang surat suara yang tidak syah mencapai lebih dari 30% dari pemilih yang mengunakan hak pilihnya.
Besarnya surat suara yang tidak syah menimbulkan banyak sekali kemungkinan, kemungkinan pertama adalah pemilih secara sadar membuat surat suara menjadi tidak syah karena beberapa faktor seperti tidak ingin surat suaranya disalah gunakan maupun alasan2 idiologis. kemungkinan kedua adalah pemilih tidak mengetahui syarat surat suara yang syah, dengan tidak mengetahui cara memilih maka surat suara yang ada menjadi tidak syah karena pemilih melakukan sebuah kesalahan. kemungkinan ketiga adalah surat suara telah cacat dan pemilih tidak mengetahui kecacatannya sehingga bisa dianggap sebagai surat suara yang tidak syah.
Apabila kemungkinan kedua inilah yang paling masuk akal dan mungkin adalah mayoritas penyebab dari surat suara yang tidak syah karena kemungkinan pertama dan ketiga jumlahnya sangat tidak terlalu banyak, karena kemungkinan pertama orang yang sudah meniatkan untuk merusak suaranya dalam bilik berasal dari golongan orang2 yang sebenarnya golput dan orang yang golput tidak akan capek2 membuang tenaga,waktunya untuk hanya merusak surat suara walaupun tetap ada yang datang dan merusak surat suaranya tetapi jumlahnya tidak dominan, kemungkinan ketiga juga sama apabila kemungkinan ketiga merupakan faktor dominan berarti penyediaan logistik pemilu yang dilakukan oleh KPU bermasalah. Kemungkinan Kedua sepertinya menjadi faktor dominan dikarenakan sosialisasi yang kurang maksimal dan cara baru dalam memilih sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang kurang tahu tata cara yang benar ini pun menunjukkan bahwa KPU tidak bekerja maksimal dalam penyelengaraan pemilu legislatif ini.
Setelah kasus DPT bermasalah, surat suara tertukar, surat suara yang tidak syah berlimapah dan masih banyak lagi kejadian yang menjadikan pemilu legislarif kali ini disebut oleh banyak kalangan sebagai pemilu paling buruk dalam sejarah Indonesia terutama sejak reformasi. dan apabila ini tidak segera dibenahi akan banyak suara yg tidak syah di Pilpres nanti lebih2 golput.
Belum ada komentar
Leave a reply