Habis Manis Sepah Dibuang
Judul diatas adalah peribahasa yang memiliki makna kira-kira sebagai berikut: setelah tidak lagi bermanfaat maka tidak akan lagi dipandang. ternyata peribahasa ini berlaku pula pada tingkah polah politisi kita.
Pemilihan Presiden RI memang membutuhkan banyak biaya, sumber daya manusia maupun pikiran. salah satu bentuk dari sumber daya manusia yang terlihat jelas adalah banyaknya tim sukses yan dibentuk oleh masing masing calon. tim sukses ini biasanya diberi nama relawan,tim pemenangan, atau nama-nama yan sejenis, mereka inilah yang bekerja dari level tertinggi hingga pada massa akar rumput.
Pekerjaan dari anggota tim sukses ini menuntut pengorbanan waktu, biaya bahkan perasaan. anggota pada level bawah inilah yang ikut menentukan suksesnya calon Presiden yang diusung untuk memenangkan persaingan.
Selayaknyalah pengorbanan mereka dihargai secara layak oleh para kandiddat Presiden yang maju, apalagi kalau sampai kandidat yang diusung benar-benar menang dalam pemilu Presiden. tapi ada ironi
Presiden SBY yang memenangkan pemilihan Presiden dua kali, menelantarkan salah satu tim suksesnya yang notabene membantu terpilihnya beliau menjadi presiden.
Salah satu tim sukses dari SBY yang menderita kusta, tidak mendapat perhatian yang layak sehingga hidupnya terlunta-lunta, padahal kata beliau berpolitik itu harus santun, Sampai mengemis-emis meminta pertolongan sama calon yang didukungnya saja tidak diterima. kalau begini itu namanya “Habis Manis Sepah Dibuang”
sumber:
1.jurnalbesuki.com
Saknone, paling iku SBYne durung ngerti rin. Sibuk urusan duniawi
la wong wis ngadep, g ditanggepi lo
sampe gitu ya, aku baru tau. Gak pernah dipublish ke media soalnya.